Minggu, 05 Juni 2011

Kamu (PART 3)


(A/N: Maaf ya untuk semua orang yang sudah menunggu cerita ini. Terima kasih untuk yang selalu nagih cerita, memberi komentar, menghina cerita ini, atau mengkritik terima kasih banyak. Well, saya ga akan bosan bosan untuk menyampaikan, tolong komentari cerita ini ke @EviLcandyy di twitter. Selebihnya saya terima tapi tidak akan di balas. Komentar yang masuk sangat berguna untuk kelancaran cerita, isi cerita, dan waktu cerita)

Part 3
“Hai, wit.”

“H-Hai, Kevin. Eeh, yuk deh kita berangkat.”

Kevin membukakan pintu mobil untuk Widy yang sukses membuat Widy jantungan. Widy terus menerus melihat ke arah Kevin, yang di tanggapi oleh senyuman semanis gula oleh Kevin.
Mobil Kevin berhenti di sebuah kafe yang kecil tapi sangat nyaman yang dipilih oleh Adhan.  Kevin, sekali lagi membukakan pintu untuk Widy. Widy dan Kevin masuk ke kafe tersebut.

“Hoi, lama banget.” Teriak Honesta, well… namanya bukan berarti ‘Honesta’ tapi dia senang di panggil seperti itu. “Sorry, hehehehe.” Jawab Widy. “Sini wit, duduk sini.” Tawar Nabila. Widy akhirnya duduk di sebelah Nabila, teman dekatnya.
-
-
-
Setelah hari yang indah di kafe tersebut, Widy kembali terbangun di kamarnya dengan wajah girang. Teman-temannya yang luar biasa, menjodohkan dia dengan Kevin. Well, awalnya sih memalukan, cukup membuatmu ingin menutup muka dengan tempat sampah. Tapi akhirnya… Widy dan Kevin jadian. Terlalu cepat sebenarnya, tapi apa boleh buat mereka berdua saling menyukai.
Widy beranjak dari tempat tidur besarnya dan pergi ke kamar mandi untuk melaksanakan ritual paginya.

-

-

Widy turun untuk sarapan pagi, orangtuanya yang luar biasa sibuk seperti biasa tidak ada di rumah. Akhir-akhir ini Widy lebih sering sendiri di rumah, orang tuanya terlalu sibuk bekerja. Mungkin mereka lupa padaku pikir Widy. Kau buat hidupku tak berarti tanpa kamu… Widy mengangkat HPnya, “Hallo.” Ucap Widy.
“Hallo, wit. Ini Adhan. Gw sama Vina boleh ke rumah lu ga?” jawab Adhan.
“BOLEH BANGET! Gw sendiri nih! Ayo cepet sini!!” ujar Widy dengan semangat.

-

-

-

“Akhirnya, sini masuk! Gw nungguin dari tadi! Grrr… kemana dulu sih?” cerocos Widy. “Lo kangen sama gw Wit?” jawab Adhan sambil mukanya mendekat pada muka Widy yang sukses membuat Widy merah dan terdiam. Vina, Adhan, dan Widy masuk ke ruang tengah, bi Nani masuk sambil membawa banyak makanan untuk mereka. “wow, thanks wit.” Ucap Vina. “ga masalah.” Ucap Adhan yang sukses mendapat hadiah lebaran lebih cepat.

“Eh, Wit. Gimana lu sama Kevin?” Tanya Vina. “Yah, baru juga satu hari kan. Masih kerasa spesialnya, belum ada masalah atau gimana-gimana. Masih lurus-lurus aja, hahaha.” Jawab Widy. Pertemuan singkat, dan berjalan sangat cepat hp Widy berbunyi,

 “Hallo.” Ucap Widy.

“Hallo, sweety.”

“K-Kevin?”

“Iya, love. Hahaha, gw kesitu ya. Boleh kan?” jawab Kevin.

“Iya, sini. Disini ada Adhan sama Vina.” Ujar Widy yang kakinya masih lemas gara-gara Kevin.

“Ok, Love. Bye, I’ll be theeerreeee.”

“hahahaha.” Widy menutup telponnya. “eciyeh… kiwkiw~” Ujar Adhan yang langsung mendapat lirikan tajam. Adhan, hmm… jika di ingat-ingat, dulu Widy sempat mengejar-ngejarnya setengah mati. Widy sungguh sangat menyukai atau bahkan mencintai Adhan, tapi… cinta Widy tidak berbalas. Adhan menolaknya, dengan alas an ia tidak mau merusak persahabatan mereka selama ini. Widy sempat menangis 2 hari 1 malam karena masalah ini, tapi sekarang tidak lagi. Widy sekarang sudah punya Kevin, dan tetap bersahabat dengan Adhan.


Waktu menunjukan jam 13:00 WIB, tepat saat bel rumah berbunyi. Bi Nina yang membukakan pintu dan kembali dengan laki-laki yang sudah di tunggu Widy sejak tadi “KEVIN!” Kata Widy sambil berlari dan memeluk Kevin, “Hahahaha.” Jawab Kevin sambil mengangkat Widy, “Ehem…” “Hehehe, sorry Vinaaa.” Jawab Widy. Satu minuman lagi datang untuk Kevin.
-TBC-


(A/N: Well, maaf sedikit sekali ceritanya. Ini saya buat buru-buru, semua file cerita ini yang udah saya buat hilang, hangus, atau apapun terserah apa kata yang pas untuk itu. Well, lain kali saya tidak akan menahan cerita panjang2 tapi pada akhirnya hangus. Well, lebih baik sedikit2 tapi rutin kan? Sorry lama dan sedikit. Komentar ke @EviLcandyy di twitter. Komentar kalian semua sangat berpengaruh dalam kelancaran, waktu, dan isi cerita. Saran, komentar, kritik, pujian, dll saya terima di @EviLcandyy ok? Salam cinta *tembakKonfeti*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar