Widy tersenyum menatapnya, dia… hm... tidak cukup satu kata untuk menggambarkan perasaan Widy padanya. Dia tinggi, baik, manis, tampan? Tak usah ditanya. Widy mempunyai perasaan bahwa ia juga menyukainya, semoga saja lebih dari itu. Dia –Kevin Aprilio- mengajaknya ke café di Jakarta Selatan, tanpa basa-basi lagi WIdy langsung saja menyambarnya. Mereka masih memakai seragam sekolah, tapi itu tentu tidak dipikirkan yang penting mereka jalan, sudah cukup.
“Wit, balik yuk.” Ujar Kevin Widy tersadar dari transnya “Hmm? O.. ok… yuk!” Kevin tersenyum oleh sikapnya, Widy buru-buru mengambil tasnya untuk menyembunyikan panas di pipinya.
-
-
-
-
-
WIdy merebahkan (melempar) tubuhnya ke atas kasur, hari yg menyenangkan untuknya. Ia bisa lebih dekat dengan Kevin. Sebenarnya… Kevin itu mantan sahabatnya.. Vina. Kevina… hahahhaha, itu julukan mereka berdua dulu saat masih jadian, tp skr sudah tidak. Vina pun membiarkan Kevin dengan Widy, karena Vina tau WIdy lebih mencintai Kevin. Makanya, ia memutuskan Kevin dan membiarkan Widy mendekatinya. Mengingat semua itu, Widy jadi terharu. Vina sendiri sekarang sedang berpacaran dengan Tryan. Jadi, Widy tidak terlalu merasa bersalah padanya, Vina sahabat yg baik.
Widy mengganti bajunya, bergegas turun ke lantai bawah rumahnya yg besar. Makan siang, sendiri seperti biasa. Orangtuanya sibuk, Widy juga tidak tau mereka dimana, entah bekerja di Paris, Amerika, Jepang, Bogor sekalipun ia tidak terlalu peduli. Peduli sih… Cuma Widy hanya ingin membiasakan diri, ia berencana jika sudah 20 tahun ia akan pergi dari rumah entah ke luar kota ataupun luar negeri dan ia akan mencari kerja, punya rumah, bayar kuliah, dan punya mobil dengan uangnya sendiri.
Sebentar lagi liburan sekolah, saking baiknya SMA tempat Widy bersekolah liburan sekolah Widy berjalan selama 1 bulan. Kurang baik apa coba? Satu minggu sebelum liburan, benar-benar membosankan. Pulang cepat, di sekolah bebas. Hhh…. Widy lebih suka menghabiskan waktu membaca atau main basket. Tapi jika seperti itu setiap hari bisa-bisa tingginya melebihi pohon kelapa.
Hp Widy berbunyi nama “Adhan” tertera di atasnya, “Hallo.” Ucap Widy. “Wideeeeeeeeeeehhhh, jalan yuk!!!!” bukan suara adhan yg menjawab, tp disana sepertinya Chacha yg berbicara. “Iya iya. Kemana? Maunya kemana lu cha? Ada berapa orang disana? Kok lu pake nomer adhan?” Tanya WIdy. “Disini ada gw, Chacha, Kevin, Iyon, sama Honesta.” Adhan yg menjawab sekarang. Widy mendengus, Honesta? Hahahaha, dia salah satu teman laki-laki favorite Widy. Orangnya menyenangkan! “Ok, ok. Kalian dimana? Dhan, jemput gw dong!.” Tawar Widy. “Ok.” Telpon di tutup Adhan.
Widy masuk ke kamar mandinya dan siap-siap, waktu menunjukan jam 15:00. Widy lupa memberitahu Adhan kapan harus menjemputnya, tapi ya sudah *angkatbahu*
-
-
-
-
-
Bell berbunyi, Widy yg sudah siap-siap memakai dress selutut berwarna Lavender membukakan pintunya.
Widy memerah
Lemas
Malu
Bingung
Salting
Oh Tuhan… Kevin yang menjemputnya!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
_TO BE CONTINUE_
A/N: Ok, mungkin cerita ini membosankan (banget) jd, maaf ya. Masih belum ada konfliknya pula, oh iya... Cerita ini FLASHBACK. Beberapa nama disini bukan aku yg bikin, ini nama2 Vierrania yg aku pnjem namanya:
@vinayipi @adhankdw @Zion_Iyon @Honesta_WH. Itu nama2 twitter mereka ^^ enjoy^^.
ceritanya pendek pendek ya? yang part 1 juga. gak apa apa deh.
BalasHapusceritanya agak dipanjangin dong...
BalasHapusKiwkiw ada nama gw hahaha Ơ̴̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴̴͡
BalasHapusSorry ya ceritanya pendek, oh iya... minggu ini admin ga bisa pos, sorry. mungkin minggu depan aku pos lagi sepanjang yg aku bisa ok? :))
BalasHapusaku nungguin lanjutannya berbulan-bulan ._.
BalasHapus